Tugas Manajemen Strategik : Analisis SWOT Visi, Misi, Tujuan, Faktor Internal dan Eksternal PDAM Surabaya

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

Air merupakan sumber daya alam yang dimiliki oleh setiap negara. Indonesia adalah salah satu negara yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari perairan. Air bersih merupakan kebutuhan paling dasar bagi manusia dan harus selalu ada karena tanpa air manusia tidak mungkin untuk melangsungkan kehidupannya. Air digunakan hampir pada setiap aspek kehidupan manusia, mulai dari penggunaan untuk rumah tangga sampai
untuk kegiatan yang lebih luas seperti bidang komersial, sosial dan perdagangan. Sumber daya alam ini memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat.
Undang-undang Dasar 1945 pasal 33 ayat 3 menyatakan bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Sumber daya air di Indonesia dikelola oleh Perusahaan Air Minum (PAM) yang mendapatkan wewenang dari pemerintah dalam pengelolaan kebutuhan konsumsi air bersih bagi masyarakat dan yang berada di setiap pemerintahan daerah dinamakan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). PAM atau PDAM adalah salah satu bentuk sektor publik yang merupakan bagian dari perekonomian nasional yang dikendalikan oleh pemerintah, berkaitan dengan pemberian atau penyerahan jasa-jasa pemerintah kepada publik. Tingkat pelayanan PAM atau PDAM saat ini masih memiliki kendala terutama dalam hal pendistribusian pelayanan air
yang tidak merata. Pendistribusian lebih banyak difokuskan untuk melayani kegiatan komersial yang mendukung pembangunan ekonomi dan hanya konsumen yang memiliki kemampuan membayar dapat memiliki akses terhadap air bersih, sehingga perhatian diberikan lebih banyak kepada masyarakat di daerah perkotaan dibandingkan dengan daerah pedesaan. Padahal jumlah penduduk daerah pedesaan mencapai sekitar 70 persen dari jumlah penduduk Indonesia.
2 . Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Kota Surabaya merupakan sebuah perusahaan daerah yang memiliki wewenang dalam penyediaan kebutuhan konsumsi air bersih bagi masyarakat di Kota Surabaya. Saat ini, kebutuhan air bersih utama untuk rumah tangga dan industri di Kota Surabaya dipasok oleh PDAM Surya Sembada Kota Surabaya. Namun, bagi rumah tangga dan industri pendistribusian air belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Surabaya. Tingkat pelayanan PDAM Surya Sembada Kota Surabaya saat ini baru mencapai sekitar 61,89 persen terhadap wilayah pelayanan dan 49,49 persen terhadap jumlah penduduk Kota Surabaya dengan kapasitas produksi sebesar 1.130 liter per detik. Melihat kondisi tersebut, PDAM dituntut untuk dapat meningkatkan dan mengembangkan kualitas perusahaannya baik dalam hal pelayanan, kualitas produk maupun keefisienan dan keefektifitasan organisasinya. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk melakukan penyesuaian terhadap perkembangan lingkungan yang semakin dinamis sehingga dapat meningkatkan akuntabilitas dan kinerja yang berorientasi kepada pencapaian hasil. Dalam kondisi yang selalu berubah-ubah, perencanaan strategis merupakan langkah awal yang tepat untuk melakukan penyesuaian terhadap perubahaan. Perencanaan strategis merupakan serangkaian rencana tindakan
dan kegiatan mendasar yang disusun oleh manajemen puncak untuk diimplementasikan oleh seluruh jajaran suatu perusahaan dalam rangka pencapaian tujuan. Perencanaan strategis umumnya digunakan luas oleh organisasi laba (profit oriented) dan kemudian dalam perkembangannya digunakan pula oleh organisasi nirlaba atau organisasi publik lainnya (Tangkilisan, 2005). PDAM Surya Sembada Kota Surabaya sebagai salah satu
bentuk organisasi publik membutuhkan perencanaan strategis agar dapat memberdayakan para manajer dan seluruh karyawan untuk membuat keputusan yang berkaitan dengan peningkatan kinerja pelayanan publiknya. Strategi perusahaan yang tepat menjadi hal yang sangat penting untuk memanfaatkan peluang dan menghindari atau mencegah ancaman dari luar dengan memberdayakan seluruh sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan secara efisien dan efektif. Oleh karena itu, PDAM Surya Sembada Kota Surabaya .
1. Perlu menerapkan strategi yang tepat untuk meningkatkan kinerja pelayanan
perusahaannya. Strategi tersebut juga dibutuhkan untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan dan bahkan meningkatkan jumlah pelanggan demi kelangsungan hidup perusahaan.
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Menurut Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 tahun 1999 tentang pedoman penilaian kinerja Perusahaan Daerah Air Minum, Perusahaan Daerah Air Minum yang selanjutnya disingkat PDAM adalah perusahaan milik Daerah Provinsi atau Daerah Kabupaten dan atau Daerah Kota. PDAM merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dituntut dapat memberikan pelayanan umum di bidang air bersih bagi masyarakat, baik secara kualitas, kuantitas dan
kontinuitas secara profesional dan trasparan.
Berdasarkan Undang-undang Nomor 5 tahun 1962, kehadiran PDAM dimungkinkan sebagai kesatuan usaha milik Pemerintah Daerah (Pemda) yang memberikan jasa pelayanan dan menyelenggarakan kemanfaatan umum di bidang air minum. Aktivitas PDAM yaitu mulai dari mengumpulkan, mengolah dan menjernihkan, sampai mendistribusikannya kepada pelanggan.

• Lingkungan Perusahaan

Pada era globalisasi, perubahan-perubahan berlangsung dengan cepat dan dalam intensitas yang tinggi pula. Salah satunya adalah perubahan yang terjadi pada lingkungan bisnis baik yang memberikan pengaruh yang baik maupun yang memberikan pengaruh yang buruk. Perubahan pada lingkungan tersebut harus diantisipasi karena pengaruh yang signifikan akan menentukan koreksi yang harus dilakukan terhadap strategi atau bahkan mungkin juga akan mempengaruhi visi dan misi perusahaan.

Analisis lingkungan adalah proses monitoring terhadap lingkungan organisasi yang bertujuan untuk mengidentifikasikan opportunities (peluang)dan threat(tantangan)yang mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuan. Tujuan dilakukan analisis lingkungan adalah agar organisasi dapat mengantisipasi lingkungan organisasi sehingga dapat bereaksi secara cepat dan tepat untuk kesuksesan organisasi (Dirgantoro,
2001). Lingkungan perusahaan sangat menentukan strategi yang akan dijalankan, karena lingkungan perusahaan sangat mempengaruhi lancar atau tidaknya kegiatan yang akan dijalankan perusahaan. Dengan demikian, analisis terhadap lingkungan perusahaan perlu dilakukan baik lingkungan internal maupun eksternal yang akan berpengaruh terhadap ketepatan strategi perusahaan yang akan dipilih.

1. Analisis Lingkungan Internal
Analisis lingkungan internal merupakan analisis yang bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan. Lingkungan internal terdiri dari faktor-faktor atau variabel lingkungan yang berasal atauberada di dalam perusahaan itu
sendiri. Faktor-faktor dari lingkunganinternal cenderung lebih mudah dikendalikan oleh organisasi atau berada di dalam jangkauan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus dapat menentukan kemampuan utama yang membuat berbeda dalam arena persaingan.
Hasil analisis lingkungan internal berupa kekuatan dan kelemahan perusahaan.

2. Analisis Lingkungan Eksternal
Analisis terhadap lingkungan eksternal perusahaan diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktoryang dapat memberikan peluang dan ancaman bagi perusahaan sehingga dapat dilakukan suatu tindakan tertentu untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Lingkungan eksternal perusahaan dibagi ke dalam dua kategori, yaitu lingkungan mikro dan lingkungan makro perusahaan.

1. Lingkungan Mikro Perusahaan
Menurut Kotler (2000), lingkungan mikro eksternal adalah lingkungan yang dekat dengan perusahaan dan mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk melayani pelanggannya, yang terdiri atas :
a.Pemasok merupakan perusahaan yang menyediakan sumber daya yang dibutuhkan oleh perusahaan maupun pesaing untuk menghasilkan produk.
b.Perantara merupakan perusahaan yang membantu perusahaan mempromosikan,menjual dan mendistribusikan produk ke pembeli akhir. Perantara meliputi penjual (pedagang besar dan pengecer), perusahaan distribusi fisik, agen jasa pemasaran dan perantara keuangan.
c.Pelanggan merupakan konsumen yang membeli atau menggunakan produk yang dijual atau ditawarkan oleh perusahaan. Jenis-jenis pelanggan terdiri dari pasar konsumen,
pasar industri, pasar pemerintah, pasar pedagang besar dan pasar internasional.
d.Pesaing perusahaan merupakan lawan perusahaan yang memproduksi atau menjual produk yang sejenis di wilayah tertentu.
e.Masyarakat merupakan kelompok yang mempunyai kepentingan potensial atau yang sudah terwujud pada atau berdampak pada kemampuan suatu organisasi untuk mencapai sasarannya. Masyarakat meliputi masyarakat keuangan, media, pemerintah, warga yang bertindak, lokal, umum dan internal.
2. Lingkungan Makro Perusahaan
Pada dasarnya, lingkungan makro perusahaan terdiri dari faktor-faktor yang terlepas atau di luar perusahaan. Lingkungan makro ini memberikan kesempatan besar bagi perusahaan untuk maju, sekaligus dapat menjadi hambatan dan ancaman untuk maju
(Umar, 2003). Menurut Kotler (2000), lingkungan makro perusahaan terdiri atas kekuatan sosial yang mempengaruhi seluruh pelaku di lingkungan mikro perusahaan dan mempengaruhi kegiatan perusahaan.

Faktor-faktor yang termasuk dalam lingkungan makro adalah :
a.Lingkungan Demografi
Merupakan lingkungan yang menyangkut kependudukan seperti jumlah penduduk, kepadatan penduduk di suatu wilayah, lokasi penduduk, usia penduduk dan sebagainya.
Lingkungan demografi sangat diperhatikan oleh pemasar karena melibatkan manusia dan manusialah yang membentuk pasar.
b.Lingkungan Ekonomi
Merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi daya beli dan pola pembelanjaan konsumen. Daya beli ini diukur dari tingkat pendapatan masyarakat dan perkembangan tingkat harga-harga umum. Perubahaan daya beli disebabkan oleh adanya perubahan pendapatan dan perubahan harga-harga di pasar.
c.Lingkungan Alam
Merupakan sumber daya alam yang dibutuhkan sebagai masukan oleh pemasar atau yang dipengaruhi oleh aktivitas pemasaran seperti kebutuhan bahan baku, biaya energi, tingkat
polusi.
d.Lingkungan Teknologi
Merupakan kekuatan-kekuatan yang menciptakan teknologi baru, menciptakan inovasi baru melalui pengembangan produk baru serta mampu menangkap peluang-peluang yang ada. Lingkungan teknologi juga diukur melalui laju pertumbuhan penelitian dan pengembangan (litbang) dan tingginya anggaran litbang.
e.Lingkungan Politik / Hukum
Arah, kebijakan dan stabilitas politik merupakan pertimbangan penting bagi para manajer dalam merumuskan strategi perusahaan. Tindakan politik yang dirancang untuk melindungi dan memerikan manfaat bagi perusahaan seperti undang-undang tentang lingkungan dan perburuhan, peraturan tentang perdagangan luar negeri, stabilitas pemerintah, peraturan tentang keamanan dan kesehatan kerja dan sistem perpajakan.
f.Lingkungan Sosial / Budaya
Kondisi sosial masyarakat selalu berubah-ubah. Perubahan-perubahan sosial yang terjadi yang mempengaruhi perusahaan, hendaknya dapat diantisipasi oleh perusahaan. Kondisi sosial ini banyak aspeknya, misalnya sikap, gaya hidup, adat istiadat dan kebiasaan dari orang-orang di lingkungan eksternal perusahaan, yang berkembang dari pengaruh kultural, demografis, religius, pendidikan dan etnis.

Sejarah Perkembangan PDAM Surabaya

Tahun 1890 Air minum untuk kota Surabaya yang pertama kali diambil dari sumber mata air di desa Purut Pasuruan. Untuk mengangkut air minum ini digunakan Kereta Api.
Tahun 1903 Pemasangan pipa dari Pandaan oleh NV. Biernie selama 3 (tiga) tahun.
Tahun 1906 Jumlah pelanggan mencapai lebih kurang 1.500 sambungan.
Tahun 1922 Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Ngagel I dibangun dengan kapasitas 60 liter / detik.
Tahun 1932 Mata Air Umbulan ditingkatkan kapasitasnya dengan membangun rumah pompa baru.
Tahun 1942 IPAM Ngagel I ditingkatkan kapasitasnya menjadi 180 liter / detik.
Tahun 1950 Perusahaan Air Minum diserahkan kepada Pemerintah Republik Indonesia (Kota Praja Surabaya).
Tahun 1954 IPAM Ngagel I ditingkatkan kapasitasnya menjadi 350 liter / detik.
Tahun 1959 Pembangunan IPAM Ngagel II dengan kapasitas 1000 liter / detik. Proyek ini didesain dan dilaksanakan oleh Degremont Fa. (Perancis).
Tahun 1976 Perusahaan Air Minum disahkan menjadi Perusahaan Daerah dan dituangkan dalam Perda No. 7 tanggal 30 Maret 1976.
Tahun 1977 Peningkatan kapasitas IPAM Ngagel I menjadi 500 liter / detik.
Tahun 1978 Pengalihan status menjadi Perusahaan Daerah Air Minum dari Dinas Air Minum berdasarkan SK Walikota- madya Dati II Surabaya No. 657/WK/77 tanggal 30 Desember 1977.
Tahun 1980 Peningkatan kapasitas IPAM Ngagel I menjadi 1000 liter / detik.
Tahun 1982 Pembangunan IPAM Ngagel III dengan kapasitas 1000 liter / detik dengan lisensi dari Neptune Microfloc (Amerika Serikat).
Tahun 1990 Pembangunan IPAM Karangpilang I dengan kapasitas 1000 liter / detik dengan dana loan IBRD No. 2632 IND.
Tahun 1991 Pembangunan gedung kantor PDAM yang terletak di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No. 2 Surabaya yang dibiayai dana PDAM murni.
Tahun 1994 Peningkatan kapasitas IPAM Ngagel I menjadi 1500 liter / detik.
Tahun 1996 1) Peningkatan kapasitas IPAM Ngagel I menjadi 1800 liter / detik.
2) Peningkatan kapasitas IPAM Karangpilang I menjadi 1200 liter / detik.
3) Dimulainya pembangunan IPAM Karangpilang II dengan kapasitas 2000 liter / detik yang didanai Loan IBRD No. 3726 IND.
Tahun 1997 1) Peningkatan kapasitas IPAM Ngagel III menjadi 1500 liter / detik.
2) Produksi awal 500 liter / detik IPAM Karangpilang II didistribusikan ke pelanggan.
Tahun 1999 Pembangunan IPAM Karangpilang II dengan kapasitas 2000 liter / detik telah selesai.
Tahun 2001 Pekerjaan peningkatan kapasitas IPAM Karangpilang II menjadi 2500 liter / detik dimulai.
Tahun 2005 Peningkatan kapasitas IPAM Ngagel III menjadi 1750 liter / detik.
Tahun 2006 Peningkatan kapasitas IPAM Karangpilang I menjadi 1450 liter / detik.

VISI DAN MISI PERUSAHAAN

Gambaran Umum :

1. Perusahaan Daerah Air Minum Kota Surabaya ini merupakan Perusahaan Monopoli yang harus bekerja keras guna mengejar target pelayanan sebagaimana yang telah ditentukan oleh Pemerintah melalui Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor : 690 / 7027 / SJ tanggal 10 Juli 1985 bahwa 75 % masyarakat perkotaan dan 60 % masyarakat pedesaan disamping mengusahakan keuntungan yang wajar, maka untuk mencapai maksud tersebut PDAM Kota Surabaya mengusahakan penyediaan dan distribusi air minum yang memenuhi syarat–syarat kesehatan.
2. Atas dasar hal tersebut diatas, maka secara umum tujuan daripada Perusahaan Daerah Air Minum Kota Surabaya adalah turut serta mensukseskan program Pembangunan Ekonomi Nasional, khususnya di bidang air minum dan pelayanan kebutuhan air bersih kepada warga kota Surabaya dan sekitarnya, sesuai dengan target dan sasaran pencapaian pelayanan.
3. Dalam rangka pencapaian tujuan tersebut diatas, maka Perusahaan Daerah Air Minum Kota Surabaya perlu menyatukan pandangan dan pendapat bagi seluruh jajaran karyawan dan karyawatinya, yaitu dengan membuat Visi, Misi, Strategi dan Standar Pelayanan Prima, untuk dijadikan motivasi/pendorong dalam melaksanakan program–program PDAM Kota Surabaya.

Visi :

Visi Perusahaan adalah menjadi PERUSAHAAN AIR MINUM yang mandiri, berwawasan global dan terbaik di kelasnya.

Misi :

1. Menyediakan air minum yang memenuhi kualitas, kuantitas dan kontinuitas yang dapat dipertanggungjawabkan melalui pelayanan prima dalam rangka
2. menciptakan nilai tambah bagi masyarakat Kota Surabaya.
3. Melakukan pengelolaan usaha secara profesional dengan teknologi tepat guna dan prinsip-prinsip manajemen yang berwawasan global sehingga mampu memberikan kontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah.
4. Mengembangkan lingkungan kerja yang kondusif sehingga menjadi pilihan utama karyawan bekerja dan berkarir secara profesional.
5. Turut berpartisipasi dalam mengemban tanggung jawab sosial secara proporsional melalui aktifitas Corporate Social Responsibility.

Kebijakan Mutu :

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surabaya bertekad memberikan pelayanan prima dengan menyelenggarakan hubungan yang baik dengan pelanggan melalui penyediaan informasi yang akurat serta penanganan pengaduan yang mudah dan cepat yang mengutamakan kepuasan pelanggan, serta senantiasa melakukan perbaikan yang berkesinambungan, sesuai dengan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000

Strategi Perusahaan :
Strategi Perusahaan yang akan dilakukan baik dalam jangka pendek, menengah maupun jangka panjang adalah :

1. Perubahan atau Reposisi Organisasi :
a. Sumber daya manusia
b. Struktur;
c. Sistem;
d. Budaya Perusahaan
2. Meningkatkan Pelayanan Kepada pelanggan :
a. Kualitas
b. Kuantitas (Capacity Building);
c. Kontinuitas;
3. Mencari sumber-sumber air baku yang lebih baik dari segi kualitas dan kuantitas;
4. Merehab, membangun Infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum yang ada, sesuai untuk pelanggan dan perkembangan teknologi;
5. Membangun kemampuan Soft Skill dalam pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang meliputi instalasi, transmisi, distribusi,
6. Laboratorium kualitas, customer service;
7. Menjadikan perusahaan yang profesional dan mandiri dalam pengelolaan yang profesional.

Status Perusahaan
1. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surabaya merupakan Perusahaan Daerah yang disahkan menurut Peraturan Daerah No. 7 Tahun 1976, tanggal 30 Maret 1976.
2. Dikukuhkan dan disahkan dengan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Timur No. 11/155/76, tanggal 6 Nopember 1976.
3. Diundangkan dalam Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surabaya seri C No. 4C, tanggal 23 Nopember 1976.

Tujuan

1. Memberikan Pelayanan yang terbaik bagi Pelanggan PDAM Surya Sembada Kota Surabaya .
2. menjadi PERUSAHAAN AIR MINUM yang mandiri, berwawasan global dan terbaik di kelasnya.
3. Turut berpartisipasi dalam mengemban tanggung jawab sosial secara proporsional melalui aktifitas Corporate Social Responsibility.

Analisis Lingkungan Internal

Identifikasi faktor internal perusahaan bertujuan untuk mengetahui
kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan.
Faktor-faktor internal yang dimiliki perusahaan dapat dikelompokkan menjadi empat
bagian, antara lain sumber daya manusia, keuangan, produksi dan operasi,
serta pemasaran.

1. Aspek SDM
SDM adalah aspek yang penting bagi PDAM Surya Sembada Kota Surabaya karena merupakan salah satu faktor internal perusahaan yang sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan perusahaan. PDAM Surya Sembada Kota Surabaya harus selalu memperhatikan kondisi sumber daya manusia yang dimilikinya untuk menjaga kestabilan dan pertumbuhan perusahaan. Untuk itu Bagian SDM memiliki peranan penting dalam pengembangan manusia yang berkualitas dan profesional di bidangnya.
SDM PDAM Surya Sembada Kota Surabaya yang ada belum diberdayakan secara optimal. Hal ini dikarenakan masih terdapat kekurangan karyawan dibagian tertentu dan penempatan posisi atau kerja karyawan sesuai dengan latar belakang pendidikan belum secara tepat. Tingkat pendidikan karyawan PDAM Surya Sembada Kota Surabaya beragam mulai dari SD, SLTP, SLTA, D3, S1, sampai S2 , dapat diketahui bahwa di PDAM yang menjadi dominan adalah karyawan tetap dan mayoritas karyawannya berpendidikan SLTA. Hal ini mengindikasikan bahwa pelatihan bagi karyawan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi kerja karyawan terhadap perusahaan. Pengadaan program-program pelatihan dan pengembangan karyawan dilakukan berdasarkan kebutuhan dari masing-masing bagian dalam perusahaan dengan biaya tersendiri yang khusus dikeluarkan untuk program pelatihan.
Dengan meningkatnya pengetahuan dan motivasi kerja karyawan terhadap perusahaan maka sistem organisasi dalam perusahaan dapat berjalan sesuai dengan prosedur. Hal ini akan
mendukung dalam pencapaian kinerja perusahaan yang baik.
Pengukuran kinerja dilakukan dengan tiga aspek penilaian yaitu keuangan operasional dan administrasi. Dalam hal kesejahteraan karyawan, PDAM Surya Sembada Kota Surabaya memberikan gaji berdasarkan golongan dan pemberian gaji terendah disesuaikan dengan upah minimum regional dari pemerintah. Selain itu, sejumlah kompensasi lainnya pun diberikan, seperti adanya tunjangan jabatan, tunjangan pengganti lembur, tunjangan koordinasi, tunjangan pengganti pulsa, tunjangan kehadiran, asuransi tunjangan hari tua dengan Jamsostek dan pemberian kompensasi berdasarkan prestasi. Pemberian kompensasi
ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi kerja karyawannya.

PDAM Surya Sembada Kota Surabaya pun memperhatikan kesehatan karyawannya dengan menyediakan fasilitas klinik kesehatan dan program kesehatan lainnya, seperti program cek kesehatan dll.

2. Aspek Produksi dan Operasi

Aspek produksi dan operasi berhubungan dengan aktivitas mengubah masukan atau input menjadi bentuk produk akhir agar dapat dipergunakan atau dikonsumsi oleh konsumen. PDAM Surya Sembada Kota Surabaya merupakan penyedia tunggal air minum di Kota
Surabaya. yang memiliki empat sumber air utama yang airnya akan diolah dan kemudian didistribusikan kepada pelanggan. Sumber air minum PDAM Surya Sembada Kota Surabaya berasal dari :
.Kapasitas Perusahaan

Kapasitas terpasang PDAM Kota Surabaya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
No Instalasi Air Baku Kapasitas (liter/detik) Pada Tahun
2005 2006 2007
1 IPAM KAYOON KALI SURABAYA 200 200 0
2 IPAM SUMBER AIR SUMBER MATA AIR 330 330 330
3 IPAM NGAGEL I KALI SURABAYA 1.800 1.800 1.800
4 IPAM NGAGEL2 KALI SURABAYA 1.000 1.000 1.000
5 IPAM NGAGEL III KALI SURABAYA 1.750 1.750 1.750
6 IPAM
KARANG PILANG I KALI SURABAYA 1.200 1.450 1.450
7 IPAM
KARANG PILANG II KALI SURABAYA 2.500 2.500 2.500
Total 8.780 9.030 8.830
Tabel Kapasitas Terpasang

No Instalasi Air Baku Kapasitas (liter/detik) Pada Tahun
2004 2005 2006 2007
1 IPAM KAYOON KALI SURABAYA 114 98 100 0
2 IPAM SUMBER AIR SUMBER MATA AIR 325 318 324 313
3 IPAM NGAGEL I KALI SURABAYA 1.505 1.547 1.503 1.583
4 IPAM NGAGEL2 KALI SURABAYA 882 858 861 783
5 IPAM NGAGEL III KALI SURABAYA 1.446 1.413 1.608 1.792
6 IPAM KARANG PILANG I KALI SURABAYA 1.158 1.139 1.136 1.248
7 IPAM KARANG PILANG II KALI SURABAYA 2.301 2.444 2.486 2.441
Total 7.732 7.818 8.019 8.160

Debit Produksi Sumber Air
Data Debit Produksi Sumber Air Umbulan dan sumber-sumber air disekitar Pandaan , Pasuruan adalah sebagai berikut .

No Nama Sumber Air Rata-rata Produksi per Bulan
m3 liter / detik
1 Bulak Luyung 7.664 29
2 Bumbungan 5.597 2,16
3 Duren Sewu 41.982 16,20
4 Jambangan 7.970 3,07
5 Kalong 7.672 2,96
6 Kesambi 6.200 2,39
7 Klampok I 7.610 2,94
8 Klampok II 7.414 2,86
9 Klampok III 7.978 3,08
10 Karang Jati 27.236 10,51
11 Lamer 5.146 1,99
12 Plintahan I 218.184 84,18
13 Plintahan II 33.848 13,06
14 Plintahan III 28.266 10,91
15 Toyo Arang 139.414 53,79
16 Umbulan 312.434 120,54
17 Winong 3.584 1,38
Total Produksi 868.199 361,02

PDAM Surya Sembada Kota Surabaya melakukan pengolahan air menjadi air minum sesuai dengan standar kesehatan. Air yang bersumber dari mata air memiliki kualitas yang cukup baik dan memenuhi standar air minum jika dilihat dari segi fisik dan kimia. Sedangkan jika dilihat dari segi biologis dikhawatirkan terdapat bakteri yang dapat menimbulkan penyakit sehingga perlu ditambahankan desinfektan. Khusus sumber mata air Tangkil diberikan penambahan soda Ash (alkali) untuk menaikkan pH sehingga sesuai dengan pH standar air minum yaitu 6,5-8,5.
Pengolahan air baku yang dilakukan PDAM Surya Sembada Kota Surabaya menggunakan proses pengolahan lengkap. Proses pengolahan lengkap terdiri dari enam tahap yaitu tahap koagulasi, tahap flokulasi, tahap sedimentasi, tahap aerasi, tahap filtrasi dan tahap desinfektan.
Air baku dari intake akan disalurkan melalui pipa trasmisi masuk ke dalam WTP. Tahap koagulasi atau pengadukan cepat (flash mixing) merupakan tahap awal dari pengolahan air baku. Tahap ini bertujuan untuk mencampurkan koagulan PAC (Poli Alumunium
Chlorida) dengan air baku secara merata, cepat dan sempurna sehingga kotoran dapat digumpalkan menjadi flok. Komponen PAC erdiri dari appreance,specific grafity,Al2O3,chroride,sulphate
,basicity,Fe. Kotoran yang tidak tergumpal pada tahap koagulasi akan
dihilangkan pada tahap selanjutnya. Tahap kedua adalah tahap 46 flokulasi yaitu pengadukan lambat, dimana dalam flokulasi ini berlangsung proses terbentuknya penggumpalan
flokyang lebih besar sehingga mudah mengendap. Pengadukan tidak boleh terlalu cepat
karena dapat memecahkan flokyang sudah terbentuk. Tahap ketiga adalah tahap sedimentasi yang bertujuan untuk mengendapkan partikel-partikel yang sudah mengumpal menjadi flok
sehingga beban filter menjadi ringan. Pada tahap ini, flok akan diendapkan dan air akan bergerak ke atas melalui sekat-sekat pada plant settler , Kemudian dilanjutkan pada tahap aerasi, yaitu pengikatan oksigen (O2) untuk mengurangi kadar karbondioksida yang terkandung pada air. Selanjutnya, tahap filtrasi yang dilakukan untuk mengurangi sisa-sisa
flokyang masih terbawa setelah tahap sedimentasi dan merupakan tahap penurunankekeruhan yang terakhir. Pada tahap ini digunakan pasir silica sebagai penyaring air sehingga air yang dihasilkan bersih. Terakhir adalah tahap desinfektan dengan melakukan pendosisan gas klor untuk membunuh bakteri. Penggunaan gas klor sebagai desinfektan bertujuan untuk menghindari adanya endapan, bau dan kekeruhan. Tahap desinfektan dilakukan pada kontak basin yaitu tempat penampungan sementara air bersih setelah pengolahan yang kemudianakan dimasukkan ke dalam reservoir yaitu penampungan air bersih sebagai pengaturan pendistribusian kepada pelanggan. Air bersih di reservoir dapat langsung didistribusikan kepada pelanggan melalui pipa-pipa distribusi. Dalam kegiatan operasional PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, sebagian sudah didukung oleh sistem informasi manajemen yang berbasis komputer seperti sistem komputer terintegrasi yang terdiri
dari Customer Information System (CIS), Logictic Information System (LIS), Employee Information System (EIS). Adapun fasilitas penunjang lainnya berupa laboratorium penguji kualitas air, pengujian meter air dan mobil penanggulangan kebocoran. Selain itu,
PDAM Surya Sembada Kota Surabaya pun memiliki bengkel pemeliharaanyang memadai dan adanya sistem komputerisasi yang diperuntukkan untuk memelihara saluran pipa dinas dan induk sebagai upaya untuk menghindari terjadinya kerusakan dan kebocoran yang dapat
mengakibatkan kehilangan air. Sedangkan pemeliharaan pipa persil (setelah meter) menjadi tanggung jawab pelanggan.

3. Aspek Pemasaran

Pemasaran merupakan aktivitas yang berhubungan dengan pemberian sarana yang dapat digunakan oleh pembeli untuk membeli produk dan mempengaruhi calon pembeli untuk membeli, seperti iklan, promosi, tenaga penjual, penetapan kuota dan penetapan harga.
Keseluruhan aktivitas tersebut tercakup dalam bauran pemasaran.
Bauran pemasaran atau marketing mix dalam pemasaran terdiri dari empat komponen, yaitu :

1. Produk
Analisis lingkungan internal pada bagian produk pada aspek pemasaran dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Keanekaragaman Produk
Produk utama PDAM Surya Sembada Kota Surabaya adalah Air. Namun, PDAM Surya Sembada Kota Surabaya bukan menjual air melainkan sebagai fasilitator untuk mengolah air baik yang bersumber dari mata air maupun air permukaan menjadi bersih dan kemudian didistribusikan kepada pelanggan.
.
b. Kualitas Produk
Kualitas produk merupakan salah satu faktor yang menjadi perhatian PDAM Surya Sembada Kota Surabaya untuk menentukan kualitas air baku dan air minum, perusahaan
menggunakan parameter sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Dengan adanya parameter tersebut maka air baku dan air minum PDAM Surya Sembada Kota Surabaya merupakan air yang berkualitas dan sesuai dengan standar kesehatan.

c. Pelayanan kepada Konsumen
Pelayanan yang diberikan kepada konsumen mencakup memberikan informasi yang dibutuhkan konsumen, menanggapi pengaduan dari konsumen dan melayani pembayaran. Contohnya adanya layanan pelanggan CS ( Customer Servises ) , CC ( Call Center ) , Loket Pembayaran Tagihan Bulanan dan Juga Loket Tunggakkan apabila pelanggan menunggak pada waktu pembayarannya .
2. Harga
Tarif air minum adalah harga air minum untuk setiap meter kubik (m³) yang harus dibayar oleh pelanggan. Perhitungan dan penetapan tarif air minum didasarkan pada keterjangkauan dan keadilan, mutu pelayanan, pemulihan biaya (full cost recovery), efisiensi pemakaian air, tranparansi dan akuntabilitas, serta perlindungan air baku. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 tahun 1998 tentang pedoman penentuan tarif air minum, pola tarif air minum PDAM di Indonesia menggunakan perhitungan tarif progresif dan diskriminatif. Adapun penjelasan pola tersebut sebagai berikut :
a.Besar tarif air per m³ yang semakin tinggi akan dikenakan pada pemakaian air yang semakin banyak (tarif progresif). Tarif air per m³ untuk pemakaian air 10 m³ pertama akan lebih rendah daripada tarif air per m³ untuk pemakaian air 10 m³ kedua dan seterusnya. Pola ini diterapkan untuk mencegah pemborosan air oleh pelanggan karena pelanggan akan membayar harga air per m³ lebih tinggi untuk pemakaian air yang lebih banyak. Sehingga memungkinkan untuk memperluas atau memperbanyak jumlah pelanggan karena pemanfaatan air menjadi lebih efisien.
b.Tarif air per m³ akan lebih tinggi pada pelanggan yang menggunakan air untuk kebutuhan komersial atau pelanggan yang memiliki kemampuan finansial tinggi. Tarif air per m³ untuk pelanggan niaga akan lebih tinggi daripada pelanggan rumah tangga.
Tarif air per m³ untuk pelanggan rumah tangga B akan lebih tinggi daripada pelanggan rumah tangga A. Pola ini diterapkan agar terjadi subsidi silang, subsidi dari pelanggan mampu kepada pelanggan kurang mampu. Dengan demikian, masyarakat kurang mampu masih mendapat peluang untuk menjadi pelanggan PDAM.

Tabel Data Debit Produksi Sumber Air

Jumlah Pelanggan Tahunan
No Jenis Pelanggan T A H U N
2004 2005 2006 2007
1 Industri 853 869 888 885
2 Perdagangan 23.791 24.903 26.491 27.046
3 Pelabuhan 4 4 4 4
4 Pemerintah 1.056 1.131 1.118 1.174
5 Perumahan 304.482 312.297 324.585 342.509
6 Sosial Khusus 1.141 1.202 1.276 1.377
7 Sosial Umum 4.925 4.770 4.211 3.653
Total 336.252 345.176 358.573 376.648
8 Jumlah Penduduk 2,625,867 2,639,001 2,652,200 2,665,465
9 Penduduk Terlayani 1,709,910 1,768,610 1,783,110 1,808,485
10 % Coverage 65.12 67.02 67.23 67.85
________________________________________

Pemakaian Air

Jumlah pemakaian air produksi PDAM oleh masyarakat sesuai dengan Debet Rekening adalah sebagai berikut:
No Jenis Pelanggan Pemakaian (dalam m3) Pada Tahun
2006 2007
1 Perumahan 115.784.820 122.955.647
2 Pemerintah 6.422.018 6.565.830
3 Perdagangan 15.374.319 16.084.072
4 Industri 5.281.520 6.024.201

5 Sosial Umum 6.821.024 6.627.974
6 Sosial Khusus 10.336.082 10.711.290
7 Pelabuhan 542.693 408.624
8 Penjualan Air Tangki 15.830 13.421
9 Sweeping 783.436 607.850
Sub Total 161.361.742 169.678.909
10 Distribusi Barat 740.752 627.912
11 Distribusi Timur 329.873 451.897
12 PMK 1.222 771.50
Total 162.433.589 170.759.489
Tabel Jumlah Pelanggan menurut Jenis Pelanggan
Tabel Pemakaian Air PDAM Kota Surabaya Menurut Debet Rekening

Pelayanan Air minum kepada masyarakat tidak hanya terbatas pada daerah administrative kota Surabaya saja , melainkan juga masyarakat daerah Kabupaten Pasuruan , Sidoarjo , dan Gersik, Selain itu PDAM kota Surabaya juga mendukung program pemerintah untuk Pelayanan air bersih ,misalnya untuk :
• Perumnas
• Prgram Perbaikan Kampung ( KIP )
• Kran Umum bantuan UNICEF / Pemerintah Pusat
• Untuk Masyarakat yang daerahnya belum terjangkau jaringan pipa distribusi , pelayanan dilakukan dengan menggunakan mobil tangki, terminal air, hidran umum dan kran umum

3. Tempat atau Saluran Distribusi

Dalam hal pendistribusian air, PDAM Surya Sembada Kota Surabaya masih memiliki kelemahan yaitu masih adanya daerah potensial yang belum ada jaringan Distribusinya ( Pipa induk Tersiernya ) .tetapi PDAM Surya Sembada Kota Surabaya memberikan bantuan pemasangan Pipa Induk ( Tersier ) secara gratis kepada calon pelanggan PDAM surya Sembada Kota Surabaya agar bisa menjadi calon pelanggan PDAM dengan mengsi Fom Pengajuan Jaringan yang sudah disiapkan oleh PDAM Surya Sembada Kota Surabaya .

4. Promosi
Promosi yang diberikan PDAM Surya Sembada Kota Surabaya yaitu pemberian Diskon 50% kepada calon pelanggan yang didepan Rumah sudah ada pipa induknya ( Pipa Tersiernya ) dan sudah ada bangunnanya kurang lebih sudah terbangun 50% . dan diskon ini tidak setiap waktu terjadi atau telaksana tapi ada ketentuannya sesuai pesetujuaan dari direksi .
Memberikan Sosialisasi kepada masyarakat surabaya melalui layanan PDAM yaitu HUMAS

Analisis Lingkungan Eksternal

Identifikasi faktor lingkungan eksternal perusahaan merupakan langkah untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi peluang dan ancaman bagi perusahaan. Lingkungan eksternal dibagi menjadi dua yaitu lingkungan mikro dan lingkungan makro perusahaan. Faktor-faktor yang termasuk dalam lingkungan mikro antara lain pemasok, perantara, pelanggan, pesaing, masyarakat. Sedangkan lingkungan makro terdiri dari lingkungan demografi, ekonomi, alam, teknologi, politik/hukum dan sosial/budaya (Kotler, 2000).
Penjelasan lingkungan eksternal PDAM Surya Sembada Kota Surabaya sebagai berikut :

Lingkungan Mikro Perusahaan
Lingkungan mikro PDAM Surya Sembada Kota Surabaya adalah sebagai berikut :

1. Pemasok
PDAM Surya Sembada Kota Surabaya adalah satu-satunya perusahaan Air Minum di Surabaya dengan demikian pemasok terbesar PDAM adala calon pelanggan potensial yaitu masyarakat kalangan kebawah , menengah keatas dan perusahaan- perusahan pasti membutuhkan Air PDAM , karena sebagai sumber kebutuhan yang penting bagi perusahaan .
2. Perantara
Perantara bagi PDAM Surya Sembada Kota Surabaya adalah Bank BRI karena perusahaan ini mau berkerjasama dengan PDAM Surya Sembada Kota Surabaya untuk mencakup pelayanan dengan memberikan mikro kredit bagi pelanggan PDAM Surya Sembada Kota Surabaya yang memiliki kendala kekurangan biaya untuk Menjadi calon pelanggan PDAM.
.
3. Pelanggan
Perusahaan harus mempelajari pasar pelanggan secara seksama karena setiap tipe pasar pelanggan mempunyai karakteristik yang berbeda. Kategori pelanggan PDAM Surya Sembada Kota Surabaya terdiri dari pemasangan sosial , real leasted , usaha , dan pemerintah .
4. Pesaing
PDAM Surya Sembada Kota Surabaya merupakan sebuah perusahaan daerah yang memiliki wewenang dari Pemerintah Daerah dalam penyediaan kebutuhan konsumsi air minum bagi masyarakat di Kota Surabaya. Wewenang tersebut menjadikan
PDAM Surya Sembada Kota Surabaya sebagai penyedia tunggal air minum di Kota Surabaya. Oleh karena itu, PDAM Surya Sembada Kota Surabaya tidak memiliki pesaing.

Lingkungan Makro Perusahaan
Lingkungan makro PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, yaitu :

1. Lingkungan Alam
Lingkungan alam disekitar perusahaan berpengaruh terhadap kegiatan produksi dan operasi perusahaan. Bagi PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, kemudahaan untuk mendapatkan sumber air dan letak daerah berpengaruh terhadap proses pengolahan dan pendistribusian air. Sejauh ini, PDAM Surya Sembada Kota Surabaya tidak memiliki kesulitan dalam mendapatkan sumber air, karena memiliki sumber – sumber air yang ada disurabaya .
2. Lingkungan Teknologi
Teknologi industri berkembang sangat cepat, terutama pada teknologi pengolahan produk yang mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produk. Proses pengolahan air PDAM Surya Sembada Kota Surabaya menggunakan teknologi semi modern dan pengolahan lengkap (manual). Dalam kegiatan operasional PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, sebagian sudah didukung oleh sistem informasi manajemen yang berbasis komputer seperti sistem komputer terintegrasi. Sistem tersebut terdiri dari CIS, LIS dan EIS yang mampu melaksanakan pemantauan di semua bagian dan otomatisasi semua data
administrasi dan penagihan pelanggan secara cepat dan tepat. Dengan demikian, teknologi yang terus berkembang memberikan peluang bagi PDAM Surya Sembada Kota Surabaya karena pemanfaatan teknologi sangat membantu untuk bekerja secara efektif dan efisien.
3. Lingkungan Politik / Hukum
Arah, kebijakan dan stabilitas politik pemerintah merupakan faktor penting yang harus diperhatikan perusahaan. Dalam hal pemanfaatan sumber daya air, pemerintah
mengeluarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2004 tentang sumber daya air. UU No. 7 tahun 2004 merupakan peraturan perundangan yang memberikan
perlindungan terhadap kepentingan kelompok masyarakat ekonomi lemah dengan menerapkan prinsip pengelolaan sumber daya air yang mampu menyelaraskan fungsi sosial, lingkungan hidup dan ekonomi. Tindak lanjut dari penjabaran UU No. 7 tahun 2004, pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2005 tentang pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM). Bagi PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, aspek Walikota Surabaya sangat kuat. Hal ini dikarenakan PDAM merupakan perusahaan air minum milik daerah yang melayani daerah tersebut. Sedangkan Walikota Surabaya sebagai suatu lembaga yang mengatur penetapan peraturan berpengaruh terhadap kegiatan dan kinerja PDAM Surya Sembada Kota Surabaya . Namun, Walikota Surabaya sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM karena merupakan salah satu sumber pendapatan daerah.

4. Lingkungan Sosial / Budaya
Kondisi sosial masyarakat selalu berubah-ubah, sehingga perusahaan harus tanggap terhadap perubahan tersebut. Meningkatnya jumlah penduduk setiap tahun berdampak pada berkembangnya sektor niaga karena adanya peningkatan kebutuhan masyarakat seperti makanan, minuman dan pakaian. Laju pertumbuhan sektor niaga memberikan
peluang bagi PDAM Surya Sembada Kota Surabaya .karena meningkatkan
jumlah pelanggan yang berpengaruh terhadap meningkatnya pendapatan PDAM.
Namun, peningkatan jumlah pelanggan tidak diimbangi dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air. Hal ini dikarenakan masih adanya pemborosan air yang dilakukan oleh pelanggan seperti membiarkan air meluap dari bak mandi, mencuci kendaraan dengan air langsung dari kran dan anak-anak yang bermain dengan alat penyemprot air. Pemborosan air mengakibatkan pemanfaatan air menjadi tidak efisien. Oleh karena itu, rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air dapat menjadi ancaman bagi PDAM.
Identifikasi Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman

Kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman diidentifikasi berdasarkan hasil analisis lingkungan internal perusahaan dan analisis lingkungan eksternal perusahaan. Setelah faktor-faktor tersebut diidentifikasi akan menghasilkan berbagai alternatif strategi yang kemudian dipilih strategi yang terbaik.
Kekuatan
Kekuatan yang dimiliki PDAM Surya Sembada Kota Surabaya antara lain :

1. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur akan mendukung pencapaian kinerja perusahaan yang baik. Pada tahun 2006, kinerja PDAM Surya Sembada Kota Surabaya masuk dalam klasifikasi baik dengan tiga aspek penilaian yaitu keuangan, operasional dan administrasi. Selain itu, struktur satuan pengendalian intern PDAM Surya Sembada Kota Surabayapengendalian organisasi dan kepegawaian, keuangan maupun pengawasan sudah terbentuk, sehingga segala kegiatan dan pelaksanaan tugas berpedoman pada ketentuan yang ada. Dengan adanya pengendalian tersebut maka sistem organisasi PDAM Surya Sembada Kota Surabaya dapat berjalan sesuai dengan prosedur.

2. Marjin laba yang cukup baik Tujuan didirikannya suatu perusahaan adalah untuk memperoleh laba. PDAM Surya Sembada Kota Surabaya sebagai perusahaan daerah pun memiliki tujuan tersebut tetapi memperoleh keuntungan yang wajar. Keuntungan yang wajar adalah batas kewajaran tingkat keuntungan yang dapat ditorelansi dalam penyelenggaraan penyediaan air minum dan sanitasi dalam
jangka waktu tertentu. Marjin laba yang terus meningkat dapat menambah pendapatan PDAM untuk membiayai kegiatan operasional dan melunasi kewajiban perusahaan.

3. Penyedia tunggal air minum di Kota Surabaya.PDAM Surya Sembada Kota Surabaya merupakan sebuah perusahaan daerah yang memiliki wewenang dalam penyediaan kebutuhan konsumsi air minum bagi masyarakat di Kota Surabaya. Dengan wewenang tersebut menjadikan PDAM sebagai penyedia tunggal air minum di Kota Surabaya, karena tidak ada perusahaan lain yang mendapatkan wewenang tersebut atau dengan kata lain PDAM sebagai perusahaan monopoli.
4. Sumber Bahan Baku yang melimpah
5.Kualitas Bahan Baku yang baik .

Kelemahan
Kelemahan yang dimiliki PDAM Surya Sembada Kota Surabaya antara lain :

1.Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal karena masih saja terdapat kekurangan karyawan dibagian tertentu seperti dibagian sumber, pengolahan dan laboratorium. Selain itu, penempatan kerja atau posisi sesuai dengan latar belakang pendidikan belum secara tepat. Hal tersebut dapat menghambat jalannya kegiatan dan aktivitas PDAM karena SDM merupakan aspek penting bagi pertumbuhan dan perkembangan perusahaan. .
2.Banyaknya Kebocoran pipa , air yang tidak keluar ( TDA) di PDAM Surya Sembada Kota Surabaya .
3.Adanya daerah potensial yang belum ada pipa induk ( pipa tersier PDAM ) sehingga calon pelanggan tidak bisa mendaftar sebagai pelanggan PDAM .
4. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jamsecara merata
5. Laporan Keuangan yang masih jadi satu dengan Pusat

Peluang
Peluang yang dimiliki PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, antara
lain :
1.Laju pertumbuhan penduduk disurabaya sangatlahMeningkatnya jumlah penduduk setiap tahun berdampak pula pada berkembangnya Perusahaan Air Minum PDAM Surya Sembada Kota Surabayakarena berdampak pada meningkatnya permintaan air yang akan
berpengaruh terhadap meningkatnya pendapatan PDAM.
2.Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Air merupakan kebutuhan penting bagi manusia, tanpa air manusia tidak dapat melangsungkan kehidupannya. Sebagian besar pelanggan PDAM Surya Sembada Kota Surabaya adalah rumah tangga yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat baik golongan atas, menengah, maupun bawah. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat merupakan perwujudan dari fungsi sosial PDAM yaitu dapat memenuhi kebutuhan semua lapisan masyarakat dengan memberlakukan tarif air minum yang
disesuaikan dengan kondisi dan fungsi tempat pelanggan serta adanya pelanggan yang tersubsidi.
3.Efisiensi penagihan rekening air yang cukup tinggi .Hal ini merupakan peluang bagi PDAM Surya Sembada Kota Surabayakarena mengindikasikan bahwa masyarakat Kota Bogor memiliki kemampuan daya beli untuk konsumsi air minum. Efisiensi penagihan yang cukup tinggi menunjukkan kemampuan pelanggan untuk membayar air. Oleh karena itu, pelanggan memiliki kemampuan daya beli untuk konsumsi air minum.
4.Teknologi yang terus berkembang Proses pengolahan air PDAM Surya Sembada Kota Surabaya menggunakan teknologi semi modern dan pengolahan lengkap (manual). Dalam kegiatan operasional PDAM , sebagian sudah didukung oleh sistem informasi manajemen yang berbasis komputer. Teknologi yang terus berkembang memberikan peluang bagi PDAM Surya Sembada Kota Surabaya karena pemanfaatan teknologi sangat membantu untuk bekerja secara efektif dan efisien.
5.Walikota Surabaya sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM merupakan perusahaan air minum milik daerah yang melayani konsumsi air minum masyarakat Kota Surabaya. Sebagai perusahaan daerah, PDAM sangat didukung oleh Walikota Surabaya karena sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. Sebesar 55 persen dari modal PDAM Surya Sembada Kota Surabaya merupakan penyertaan modal dari Walikota Surabaya.
Ancaman
Ancaman yang dimiliki PDAM Surya Sembada Kota Surabaya antara lain :
1. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi
2.Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Kebijakan pemerintah mengenai pengurangan subsidi BBM dan kenaikan tarif dasar listrik berpengaruh terhadap biaya produksi dan operasional PDAM Surya Sembada Kota Surabaya. Kenaikan harga BBM terkait pula dengan meningkatnya harga minyak dunia. Kenaikan tersebut berdampak pada meningkatnya harga seluruh bahan kebutuhan pokok, barang non pokok dan juga jasa yang berakibat pada meningkat biaya produksi dan operasional PDAM.
3. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Kesadaran masyarakat dalam penggunaan air masih rendah,karena masih adanya pemborosan air yang dilakukan oleh pelanggan rumah tangga. Pemborosan air menyebabkan pemanfaatan air tidak efisien yang akan berpengaruh terhadap jumlah pelanggan yang dapat dilayani oleh PDAM Surya Sembada Kota Surabaya

Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Kekuatan (Strength)

Faktor strategis Nilai Bobot Rating Skor
Sistem organisasi berjalan sesuai dengan Prosedur 2 0.13 3 0.39
Marjin laba yang cukup baik 4 0.25 2 0.75
Penyedia tunggal air minum di Kota Surabaya 4 0.25 3 0.75
Sumber air baku yang melimpah 3 0.19 3 0.38
Kualitas air baku yang baik 3 0.19 2 0.38
Jumlah 16 1.01 14 2.65

Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Kelemahan (Weaknes)

Faktor strategis Nilai Bobot Rating Skor
Sumber daya manusia belum diberdayakansecara optimal 2 0.14 3 0.42
Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 3 0.21 2 0.42
Laporan Keuangan yang masih jadi satu dengan Pusat 2 0.14 4 0.56
Adanya daerah potensial yang belum ada pipa induk ( pipa tersier PDAM ) sehingga calon pelanggan tidak bisa mendaftar sebagai pelanggan PDAM 4 0.29 3 0.87
Banyak Kebocoran atau TDA ( Tidak ada Air ) 3 0.21 4 0.84
Jumlah 14 0.99 16 3.11
Berdasarkan faktor internal pada tabel diatas menunjukkan bahwa faktor kekuatan PDAM Surya Sembada Kota Surabaya yang memiliki skor tertinggi adalah Penyedian Air Tunggal ( Monopoli ) yang ada disurabaya dengan Skor 0.75 dan Marjin laba yang cukup baik dengan skor 0.75
Kelemahan utama yang dimiliki oleh PDAM Surya Sembada Kota Surabaya adalah. Adanya daerah potensial yang belum ada pipa induk ( pipa tersier PDAM ) sehingga calon pelanggan tidak bisa mendaftar sebagai pelanggan PDAM dengan skor 0.87
Secara keseluruhan, total nilai skor terbobot dari lima kekuatan dan lima kelemahan pada adalah sebesar 5.76. Dengan demikian, kondisi internal perusahaan berada di atas nilai rata-rata yaitu 2,50. Berdasarkan total nilai terbobot tersebut dapat disimpulkan bahwa PDAM Surya Sembada Kota Surabaya berada pada posisi kuat dalam memanfaatkan kekuatan yang dimiliki dan tidak cukup mampu untuk mengatasi kelemahan.

Kuesioner External Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Peluang (Opportunity)

Faktor strategis Nilai Bobot Rating Skor
Laju pertumbuhan penduduk, rumah tangga sangat tinggi 4 0.31 3 0.93
Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat 2 0.15 2 0.3
Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi 2 0.15 3 0.45
Teknologi yang terus berkembang 2 0.15 3 0.45
Walikota Surabaya sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM 3 0.23 2 0.46
Jumlah 13 0.99 14 2.59

Kuesioner External Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Ancaman (Threat)

Faktor strategis Nilai Bobot Rating Skor
Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi 2 0.25 3 0.75
Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL 4 0.5 2 1
Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Kesadaran masyarakat dalam penggunaan air masih rendah 2 0.25 4 1
Jumlah 8 1 9 2.75

Peluang yang dapat dimanfaatkan oleh PDAM Surya Sembada Kota Surabaya adalah laju pertumbuhan penduduk, rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi, pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat, efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi, teknologi yang terus berkembang, Walikota Surabaya sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM, pembanding untuk PDAM di daerah lain. Sedangkan ancaman yang harus dihadapi oleh PDAM Surya Sembada Kota Surabaya adalah kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi, meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air.
Berdasarkan faktor Eksternal pada tabel diatas menunjukkan bahwa faktor peluang PDAM Surya Sembada Kota Surabaya yang memiliki skor tertinggi adalah Laju pertumbuhan penduduk, rumah tangga sangat tinggi dengan skor 0.9.
ANALISIS SWOT
Total Skor Kekuatan : 2.65
Total Skor Kelemahan : 3.11
Total Skor Peluang : 2.59
Total Skor Ancaman : 2.75

Kuadran Posisi Titik Luas Matrik Rangking Prioritas Strategi

I (2.65;2.59) 6.86 4 Growth
II (3.11;2.59) 8.05 2 Stabilitas
III (3.11;2.75) 8.55 1 Penciutan
IV (2.59;2.75) 7.12 3 Kombinasi
Koordinat Analisis Internal = (Total Skor Kekuatan – Total Skor Kelemahan)/2
Koordinat Analisis Internal = -0.23

Koordinat Analisis External = (Total Skor Peluang – Total Skor Ancaman)/2
Koordinat Analisis External = -0.08
Jadi Titik Koordinatnya adalah (-0.23;-0.08)

Dalam hal ini PDAM Surabaya terletak pada kuadran III ( W T Strategi ) yang artinya meminimumkan segala kelemahan untuk menghadapi setiap ancaman.
KESIMPULAN
1.Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, maka didapatkan kesimpulan sebagai berikut :
1.Hasil identifikasi lingkungan PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, yaitu:
a.Hasil identifikasi lingkungan internal yang merupakan kekuatan PDAM Surya Sembada Kota Surabaya adalah Penyedian Air Tunggal ( Monopoli ) yang ada disurabaya
Kelemahan utama yang dimiliki oleh PDAM Surya Sembada Kota Surabaya adalah. Adanya daerah potensial yang belum ada pipa induk ( pipa tersier PDAM ) sehingga calon pelanggan tidak bisa mendaftar sebagai calon pelanggan
.b.Hasil identifikasi lingkungan eksternal yang merupakan peluang bagi PDAM adalah laju pertumbuhan penduduk, rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi, pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat, efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi, teknologi yang terus berkembang, Walikota Surabaya sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM, pembanding untuk PDAM di daerah lain. Sedangkan ancaman yang harus dihadapi oleh PDAM Surya Sembada Kota Surabaya adalah kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi, meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air.
Berdasarkan faktor Eksternal pada tabel diatas menunjukkan bahwa faktor peluang PDAM Surya Sembada Kota Surabaya yang memiliki skor tertinggi adalah Laju pertumbuhan penduduk, rumah tangga sangat tinggi dengan skor 0.9.

I’m certainly going into it with an open mind, he said She recently accepted a full-time position at mississippi https://www.college-homework-help.org delta community college

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.